Rabu, 11 Mei 2016

Evolusi Jaringan Seluler

Phone 5 salah satu smartphone yang menggunakan jaringan LTE @imore

Baca selengkapnya http://www.infospesial.net/28526/evolusi-jaringan-seluler-nirkabel/ /in
Phone 5 salah satu smartphone yang menggunakan jaringan LTE @imore

Baca selengkapnya http://www.infospesial.net/28526/evolusi-jaringan-seluler-nirkabel/ 
 

             Karena tuntutan kebutuhan akan transfer data kian hari kian meningkat maka dibutuhkan jaringan nirkabel yang cepat pula. Berawal layangan jaringan nirkabel yang masih berupa analog (1G), sebagai generasi pertama, kini semakin menemukan inovasinya, karena sekarang layanan jaringan tersebut sudah berubah ke jaringan LTE (4G). Teknologi pengguna jaringan semakin bergerak maju pada tingkat yang menakjubkan, sehingga mau tidak mau jaringan nirkabel juga harus meningkatkan teknologinya. Bayangkan hanya dalam kurun 10 tahun terakhir, kita telah melihat evolusi layanan jaringan nirkabel yang kita gunakan setiap hari. Evolusi Layanan jaringan seluler dari generasi ke genarasi adalah sebagai berikut : 

1. Generasi pertama : sistem pada generasi ini hampir seluruhnya menggunakan sistem analog dengan kecepatan rendah dan suara adalah objek utamanya. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System). 

2. Generasi kedua : pada generasi ini sudah menggunakan sistem digital, kecepatan renda. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT. 

3. Generasi ketiga : pada generasi ketiga sudah menggunakan sistem digital yang mampu mentransfer dengan kecepatan tinggi (high-speed) dan aplikasi multimedia, untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO. 

4. Antara generasi kedua dan generasi ketiga, sering disisipkan Generasi 2,5 yaitu digital, kecepatan menengah (hingga 150 Kbps). Teknologi yang masuk kategori 2,5 G adalah layanan berbasis data seperti GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution) pada domain GSM dan PDN (Packet Data Network) pada domain CDMA. 

5. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond". Sebelum 4G, High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun). Dengan evolusi eksponensial, ada pertumbuhan eksponensial dalam penggunaan layanan, dengan memanfaatkan bandwidth yang besar yang tersedia di seluruh dunia. Tahun ini, kami melihat penggunaan data di seluruh dunia melebihi 1 exabyte (1EB) dalam sebulan. 1EB sama dengan 1 miliar gigabyte, 1.000.000.000 GB. 

           Tidaklah mengherankan jika revolusi smartphone mendorong pertumbuhan ini, dan pada 2017, setengah dari semua perangkat mobile di dunia akan menjadi smartphone. Di Indonesia sendiri teknologi 4G Pertama yang diimplementasikan di Indonesia pada bulan Juni 2010 oleh operator Firstmedia dengan merek dagang Sitra WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access).


Karena tuntutan kebutuhan akan transfer data kian hari kian meningkat maka dibutuhkan jaringan nirkabel yang cepat pula. Berawal layangan jaringan nirkabel yang masih berupa analog (1G), sebagai generasi pertama, kini semakin menemukan inovasinya, karena sekarang layanan jaringan tersebut sudah berubah ke jaringan LTE (4G). Teknologi pengguna jaringan semakin bergerak maju pada tingkat yang menakjubkan, sehingga mau tidak mau jaringan nirkabel juga harus meningkatkan teknologinya. Bayangkan hanya dalam kurun 10 tahun terakhir, kita telah melihat evolusi layanan jaringan nirkabel yang kita gunakan setiap hari. Evolusi Layanan jaringan seluler dari generasi ke genarasi adalah sebagai berikut : 1. Generasi pertama : sistem pada generasi ini hampir seluruhnya menggunakan sistem analog dengan kecepatan rendah dan suara adalah objek utamanya. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System). 2. Generasi kedua : pada generasi ini sudah menggunakan sistem digital, kecepatan renda. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT. 3. Generasi ketiga : pada generasi ketiga sudah menggunakan sistem digital yang mampu mentransfer dengan kecepatan tinggi (high-speed) dan aplikasi multimedia, untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO. 4. Antara generasi kedua dan generasi ketiga, sering disisipkan Generasi 2,5 yaitu digital, kecepatan menengah (hingga 150 Kbps). Teknologi yang masuk kategori 2,5 G adalah layanan berbasis data seperti GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution) pada domain GSM dan PDN (Packet Data Network) pada domain CDMA. 5. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond". Sebelum 4G, High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun). Dengan evolusi eksponensial, ada pertumbuhan eksponensial dalam penggunaan layanan, dengan memanfaatkan bandwidth yang besar yang tersedia di seluruh dunia. Tahun ini, kami melihat penggunaan data di seluruh dunia melebihi 1 exabyte (1EB) dalam sebulan. 1EB sama dengan 1 miliar gigabyte, 1.000.000.000 GB. Tidaklah mengherankan jika revolusi smartphone mendorong pertumbuhan ini, dan pada 2017, setengah dari semua perangkat mobile di dunia akan menjadi smartphone. Di Indonesia sendiri teknologi 4G Pertama yang diimplementasikan di Indonesia pada bulan Juni 2010 oleh operator Firstmedia dengan merek dagang Sitra WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access).

Baca selengkapnya http://www.infospesial.net/28526/evolusi-jaringan-seluler-nirkabel/ /infospesialcom @infospesial
Karena tuntutan kebutuhan akan transfer data kian hari kian meningkat maka dibutuhkan jaringan nirkabel yang cepat pula. Berawal layangan jaringan nirkabel yang masih berupa analog (1G), sebagai generasi pertama, kini semakin menemukan inovasinya, karena sekarang layanan jaringan tersebut sudah berubah ke jaringan LTE (4G). Teknologi pengguna jaringan semakin bergerak maju pada tingkat yang menakjubkan, sehingga mau tidak mau jaringan nirkabel juga harus meningkatkan teknologinya. Bayangkan hanya dalam kurun 10 tahun terakhir, kita telah melihat evolusi layanan jaringan nirkabel yang kita gunakan setiap hari. Evolusi Layanan jaringan seluler dari generasi ke genarasi adalah sebagai berikut : 1. Generasi pertama : sistem pada generasi ini hampir seluruhnya menggunakan sistem analog dengan kecepatan rendah dan suara adalah objek utamanya. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System). 2. Generasi kedua : pada generasi ini sudah menggunakan sistem digital, kecepatan renda. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT. 3. Generasi ketiga : pada generasi ketiga sudah menggunakan sistem digital yang mampu mentransfer dengan kecepatan tinggi (high-speed) dan aplikasi multimedia, untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO. 4. Antara generasi kedua dan generasi ketiga, sering disisipkan Generasi 2,5 yaitu digital, kecepatan menengah (hingga 150 Kbps). Teknologi yang masuk kategori 2,5 G adalah layanan berbasis data seperti GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution) pada domain GSM dan PDN (Packet Data Network) pada domain CDMA. 5. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond". Sebelum 4G, High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun). Dengan evolusi eksponensial, ada pertumbuhan eksponensial dalam penggunaan layanan, dengan memanfaatkan bandwidth yang besar yang tersedia di seluruh dunia. Tahun ini, kami melihat penggunaan data di seluruh dunia melebihi 1 exabyte (1EB) dalam sebulan. 1EB sama dengan 1 miliar gigabyte, 1.000.000.000 GB. Tidaklah mengherankan jika revolusi smartphone mendorong pertumbuhan ini, dan pada 2017, setengah dari semua perangkat mobile di dunia akan menjadi smartphone. Di Indonesia sendiri teknologi 4G Pertama yang diimplementasikan di Indonesia pada bulan Juni 2010 oleh operator Firstmedia dengan merek dagang Sitra WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access).

Baca selengkapnya http://www.infospesial.net/28526/evolusi-jaringan-seluler-nirkabel/ /infospesialcom @infospesial

Phone 5 salah satu smartphone yang menggunakan jaringan LTE @imore

Baca selengkapnya http://www.infospesial.net/28526/evolusi-jaringan-seluler-nirkabel/ /infospesialcom @infospesial

Phone 5 salah satu smartphone yang menggunakan jaringan LTE @imore

Baca selengkapnya http://www.infospesial.net/28526/evolusi-jaringan-seluler-nirkabel/ /infospesialcom @infospesial